#6: Hidup Sebagai Muslimah di Jepang

Carving Life with Letters

Bagaimana rasanya hidup sebagai muslimah di sini? Tidak mudah, tapi seru. 🙂 Tidak mudah, karena memang tidak seenak dan senyaman di Indonesia. Seru, karena di sini kita bisa jadi kreatif mengakali kondisi, serta merasakan pengalaman yang mungkin tidak akan pernah dirasakan di Indonesia.

Tentang Shalat

Shalat, sesuatu yang wajib yang jadi menantang di sini. Tantangannya tidak hanya soal tempat, tapi juga soal waktu dan wudhu.

Kalau di Indonesia kita masih memakai kerangka berpikir bahwa shalat itu di masjid atau mushala (saat ke luar rumah), maka di sini kita harus mengubah itu: bahwa shalat itu bisa dilakukan di mana saja (selain di toilet dan kuburan tentunya). Tidak mudah menemukan masjid/mushala di sini. Ada, tapi jumlahnya masih sedikit sekali. Di kampus pun kadang tidak ada tempat khusus untuk shalat. Saat bepergian, location hunting  untuk shalat pasti masuk dalam agenda kegiatan. Biasanya saya mencari tempat yang kemungkinan tidak banyak dilalui orang. Shalat di pojokan…

View original post 1,308 more words

. Rasulullah bersabda, disekitar Arsy ada menara2 dari

  • . Rasulullah bersabda, disekitar Arsy ada menara2 dari cahaya, didalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya dan wajah-2 mereka bercahaya, mereka bukan para nabi dan syuhada, tapi para nabi dan syuhada iri pada mereka, ketika ditanya oleh para sahabat Rasulullah menjawab, “mereka adalah orang-2 yang saling mencintai karna Allah, saling bersahabat karna Allah, dan saling berkunjung karna Allah. (HR. Tarmizi)